SENNTV.ID Makassar,— Keluarga Besar Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (PD FSPKSI) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah H. Abuhaer Bin H. Sakkar, mertua dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Sulawesi Selatan, Basri Abbas, SH., MH. Almarhum wafat pada Senin, 6 Juli 2026, di Makassar.
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PD FSPKSI KSPSI Sulawesi Selatan, Dr. Sennahati, S.I.Kom., M.I.Kom., yang mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota FSPKSI KSPSI Sulawesi Selatan. Menurutnya, kepergian almarhum merupakan duka yang turut dirasakan oleh seluruh keluarga besar serikat pekerja di Sulawesi Selatan yang selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas antarsesama.
Dalam pernyataannya, Dr. Sennahati menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus kepada keluarga besar almarhum.
“Atas nama keluarga besar Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (PD FSPKSI) KSPSI Sulawesi Selatan, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum H. Abuhaer Bin H. Sakkar. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, magfirah, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bapak Basri Abbas, SH., MH beserta seluruh keluarga besar, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan, kesabaran, kekuatan lahir dan batin, serta keikhlasan dalam menghadapi duka cita ini,” ujar Dr. Sennahati.
Ia menegaskan bahwa keluarga besar FSPKSI KSPSI Sulawesi Selatan turut merasakan kehilangan atas wafatnya almarhum. Menurutnya, semangat solidaritas yang menjadi ruh perjuangan organisasi tidak hanya diwujudkan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga tercermin melalui kepedulian, empati, dan kebersamaan dalam setiap peristiwa kemanusiaan yang dialami oleh keluarga besar organisasi.
“Serikat pekerja dibangun bukan hanya atas dasar kesamaan profesi dan perjuangan, tetapi juga atas nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Ketika salah satu keluarga besar KSPSI mengalami duka, maka seluruh keluarga besar organisasi turut merasakan kesedihan yang sama. Inilah wujud solidaritas yang selama ini terus kami jaga dan pelihara,” lanjutnya.
Dr. Sennahati juga mengajak seluruh pengurus, anggota FSPKSI, serta keluarga besar KSPSI Sulawesi Selatan untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan.
Menurutnya, setiap peristiwa duka menjadi pengingat bagi seluruh insan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat FSPKSI KSPSI dalam membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga kokoh dalam menjunjung tinggi persaudaraan dan kebersamaan.
Keluarga Besar PD FSPKSI KSPSI Sulawesi Selatan turut mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almarhum H. Abuhaer Bin H. Sakkar, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di surga terbaik bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa.
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almarhum H. Abuhaer Bin H. Sakkar, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, menerangi alam barzaknya, serta menempatkannya di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka cita ini. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.”