SENNTV.ID, Makassar — Ada yang berbeda dalam semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di UPTD SPF SMPN 26 Makassar. Untuk pertama kalinya, sekolah menggelar Lomba Tadarus Al-Qur’an yang pesertanya bukan siswa, melainkan guru, tenaga kependidikan (Tendik), staf, dan mahasiswa PPG.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Masjid Nurul Ilmi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI sekaligus menghadirkan suasana kemerdekaan yang sarat dengan nilai religius, keteladanan, dan kebersamaan.
Lomba Tadarus ini diinisiasi oleh Kepala UPTD SPF SMPN 26 Makassar Nurdin , S.Pd, S.H. M.Pd. dan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan, menurutnya, kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus belajar dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Para guru, Tendik, staf, dan mahasiswa PPG yang selama ini berperan sebagai pendidik dan pendamping siswa, kali ini tampil sebagai peserta. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Nurul Ilmi, menciptakan suasana yang khidmat namun tetap penuh semangat kebersamaan.
Lomba Tadarus ini tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan. Sebagai tindak lanjut, SMPN 26 Makassar akan mengembangkan program Tahsin Al-Qur’an bagi guru dan staf. Program tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, benar, dan sesuai dengan kaidah. Dengan demikian, lomba ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar dan meningkatkan kompetensi religius warga sekolah.
Lomba Tadarus menghadirkan Murni Asir, S.Ag. dan Hidayat, S.Pd.I.,M.Pd sebagai juri dan guru di UTD SPF SMPN 26 Makassar. Selain Lomba Tadarus yang khusus diikuti oleh guru, Tendik, staf, dan mahasiswa PPG, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di SMPN 26 Makassar juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan olahraga.
Pada kegiatan seni dan olahraga inilah siswa, Komite Sekolah, serta orang tua/wali murid turut mengambil bagian. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di SMPN 26 Makassar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, kreativitas, sportivitas, dan kolaborasi seluruh warga sekolah.
Pada akhirnya, kemerdekaan dimaknai dengan berbagai cara: meningkatkan ketakwaan, mengembangkan bakat, menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan membangun kolaborasi.