SENNTV.ID, Bulukumba, — Bukan sekadar perjalanan untuk berkunjung, study visit yang dilakukan keluarga besar UPTD SMPN 26 Makassar ke Kabupaten Bulukumba menjadi perjalanan penuh inspirasi, pembelajaran, silaturahmi, dan pengalaman budaya.21–22 Agustus 2026
Pada 21–22 Agustus 2026, Nurdin S.Pd.,SH.,M.Pd. melakukan kegiatan study Visit pertamakali selama tiga bulan menjabat Kepala Sekolah di UPTS SPF SMPN 26 Makassar, bersama guru dan tenaga kependidikan melaksanakan study visit ke SMPN 20 Bulukumba. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan adat Ammatoa Kajang untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat adat. Kunjungan ke SMPN 20 Bulukumba berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Rombongan SMPN 26 Makassar disambut langsung oleh Kepala SMPN 20 Bulukumba, Nur Asni Gani, S.Pd., M.Pd., bersama keluarga besar sekolah.
Penyambutan semakin istimewa dengan suguhan penyambutan tarian tradisional. Dan penampilan eksrtakokurikuler Pramuka, Seni tari tidak hanya menjadi bagian dari prosesi penyambutan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya lokal mendapat ruang dalam kehidupan pendidikan di sekolah. Dalam kunjungan tersebut, rombongan SMPN 26 Makassar diperkenalkan dengan berbagai praktik baik yang telah dikembangkan SMPN 20 Bulukumba.
Salah satu yang menarik perhatian adalah sanggar seni sekolah yang telah menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Sanggar tersebut bahkan telah mengukir berbagai prestasi dan beberapa kali meraih juara dalam berbagai ajang perlombaan, juga kerap mendapat kepercayaan untuk tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat di Bulukumba, seperti acara pernikahan, penyambutan dan penjemputan tamu, serta berbagai kegiatan sosial dan budaya lainnya.Selain sanggar seni, rombongan juga mendapatkan informasi mengenai pembelajaran berbasis kearifan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan di SMPN 20 Bulukumba.
Berbagai praktik baik tersebut menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi bagi SMPN 26 Makassar untuk terus mengembangkan program sekolah yang kreatif, inovatif, berkarakter, serta tetap mengakar pada budaya dan potensi lokal.
Study visit ini menjadi ruang bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk melihat secara langsung bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan, seni, budaya, kearifan lokal, dan pengembangan potensi peserta didik.
Pertukaran pengalaman antarsekolah juga membuka peluang untuk saling berbagi gagasan. Program yang telah berhasil diterapkan di satu sekolah dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPTD SMPN 26 Makassar turut memaparkan berbagai praktik baik yang telah dilaksanakan di sekolah, inovasi yang dikembangkan, serta berbagai prestasi yang telah diraih selama kepemimpinan Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun budaya sekolah yang positif.Bagi SMPN 26 Makassar, perjalanan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang terus belajar dan melakukan inovasi.
Usai melakukan kunjungan ke SMPN 20 Bulukumba, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Kepala Sekolah SMPN 26 Makassar untuk beristirahat dan menginap.
Kehadiran rombongan disambut dengan penuh kehangatan dan keramahan. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika rombongan menikmati beragam hidangan khas dan kuliner lokal yang disiapkan dengan penuh perhatian oleh keluarga.
Momen tersebut bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan setelah mengikuti rangkaian kegiatan study visit.
Malam harinya, suasana semakin meriah dengan digelarnya lomba karaoke bersama warga sekitar,tawa, canda, dan kebersamaan mewarnai malam tersebut. Para guru dan tenaga kependidikan SMPN 26 Makassar berbaur bersama masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Kegiatan sederhana ini menjadi salah satu momen yang berkesan. Study visit tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik dan kelembagaan, tetapi juga mempertemukan manusia dengan manusia, membangun persaudaraan, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Memasuki hari kedua, 22 Agustus 2026, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan adat Ammatoa Kajang. Perjalanan ke Ammatoa Kajang memberikan pengalaman berbeda. Jika di SMPN 20 Bulukumba rombongan belajar tentang praktik baik pendidikan dan inovasi sekolah, maka di Ammatoa Kajang rombongan diajak untuk melihat bagaimana nilai-nilai leluhur, tradisi, kesederhanaan, kebersamaan, dan hubungan harmonis dengan alam tetap dijaga dalam kehidupan masyarakat.
Kunjungan ini menjadi ruang refleksi bahwa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, nilai-nilai kearifan lokal tetap memiliki tempat penting dalam pendidikan karakter.
Bagi para pendidik, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang nilai, sikap, budaya, dan karakter.
Sebelum kembali ke Makassar, rombongan kembali mendapatkan sambutan hangat dari salah satu keluarga guru UPTD SMPN 26 Makassar, Ibu Sri Suryawati,S.Pd. Rombongan dijamu dengan berbagai sajian kuliner khas yang lezat dan menggugah selera. Jamuan tersebut menjadi penutup yang manis setelah dua hari perjalanan yang penuh pengalaman.
Keramahan keluarga, sajian kuliner, serta suasana kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat study visit tidak hanya meninggalkan pengetahuan baru, tetapi juga kenangan dan rasa persaudaraan yang semakin erat.
Dua hari perjalanan UPTD SMPN 26 Makassar ke Bulukumba akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda study visit.
Dari keluarga dan masyarakat, rombongan mendapatkan pengalaman tentang arti keramahan, kebersamaan, dan silaturahmi. Sementara dari Ammatoa Kajang, rombongan mendapatkan pelajaran tentang pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur, kesederhanaan, kebersamaan, dan keharmonisan dengan alam.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja dan dari siapa saja.
Karena bagi seorang pendidik, perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kaki melangkah, tetapi tentang seberapa banyak inspirasi yang dibawa pulang untuk memberikan perubahan di sekolah.