News Update

Mahasiswa KKN ITB Nobel Indonesia Dorong Masyarakat Desa Waetuoe dan Amasangang Kembangkan Potensi Lokal Menjadi Usaha Bernilai Tambah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SENNTV.ID, Pinrang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITB Nobel Indonesia dari Posko Desa Waetuoe dan Desa Amasangang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui seminar kewirausahaan dengan tema “Kreatif Mengelola, Cerdas Memasarkan: Mengembangkan Potensi Lokal Menjadi Usaha Bernilai Tambah.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Waetuoe tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Waetuoe, aparat desa, pelaku UMKM, serta masyarakat Desa Waetuoe dan Desa Amasangang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kewirausahaan kepada masyarakat mengenai bagaimana melihat potensi yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.

Seminar menghadirkan tiga pemateri, yaitu Dr. Muhammad Idris, S.E., M.Si., Dr. Yuswari Nur, S.E., M.Si., dan Dr. Nurlaela, S.E., M.M. Para pemateri memberikan perspektif mengenai pengelolaan potensi, pengembangan usaha, perilaku konsumen, serta pentingnya strategi pemasaran dalam menciptakan dan meningkatkan nilai ekonomi suatu produk.

Pembahasan dalam seminar banyak mengangkat potensi sektor pertanian dan perikanan yang menjadi bagian penting dari sumber daya ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Hasil pertanian dan perikanan tidak hanya dipandang sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga sebagai sumber peluang untuk menciptakan produk, usaha, dan aktivitas ekonomi baru.

Masyarakat diajak untuk melihat kembali berbagai potensi yang selama ini tersedia di lingkungan mereka. Hasil perikanan seperti ikan, udang, dan hasil tambak dapat dikembangkan melalui pengelolaan, pemilahan, pengemasan, pengolahan, maupun pemasaran kepada pasar yang lebih luas. Demikian pula hasil pertanian dan produk sampingnya dapat dilihat sebagai peluang usaha apabila mampu dikelola dan diarahkan kepada konsumen yang membutuhkan.

Peserta juga diberikan pemahaman bahwa membangun usaha tidak selalu berarti harus menciptakan produk yang benar-benar baru. Potensi yang sudah ada dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas, kemasan, variasi produk, pelayanan, identitas produk, serta cara pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Konsep “Kreatif Mengelola” dalam kegiatan ini diarahkan pada kemampuan masyarakat untuk melihat peluang dari potensi yang dimiliki. Sementara itu, “Cerdas Memasarkan” menekankan pentingnya memahami konsumen, mengenali kebutuhan pasar, menentukan saluran pemasaran yang tepat, serta tidak hanya bergantung pada satu pembeli atau satu jalur penjualan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengangkat berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk persoalan pemasaran ketika hasil produksi melimpah dan pasar lokal belum mampu menyerap seluruh produk. Kondisi tersebut menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya mencari alternatif pasar dan membangun pola kerja sama di antara masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya didorong untuk berpikir sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang mampu melihat peluang, memahami kebutuhan pasar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi sumber pendapatan.

Kolaborasi mahasiswa KKN Desa Waetuoe dan Desa Amasangang dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian dan kreativitas ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengidentifikasi peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta mengembangkan kerja sama ekonomi di tingkat masyarakat.

Pada akhirnya, pesan utama yang dibawa dalam seminar ini adalah: “Apa yang kita miliki belum tentu bernilai tinggi jika hanya dijual apa adanya. Nilai akan meningkat ketika kita mampu mengelolanya dengan kreatif dan memasarkannya dengan cerdas.”

Melalui semangat “Kreatif Mengelola, Cerdas Memasarkan”, masyarakat Desa Waetuoe dan Amasangang diharapkan semakin mampu melihat bahwa potensi lokal bukan hanya untuk dimanfaatkan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Update Terkait

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami