SENNTV.ID, MAKASSAR – UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar turut berpartisipasi dalam ajang Inovasi Makassar Award (IMA) 2026 dengan mengusung dua inovasi unggulan, yakni SALSA (Sadar Aksi Lihat Sampah Ambil) dan TEMANTA (Terima Kasih, Maaf, Tolong, Tabe). Kedua inovasi ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat karakter positif peserta didik.
Partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya SMPN 26 Makassar untuk menghadirkan perubahan positif di lingkungan pendidikan melalui inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, kedua inovasi ini mendorong terbentuknya kebiasaan baik yang dapat diterapkan oleh seluruh warga sekolah.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar, Nurdin, S.Pd., S.H., M.Pd., mendukung pengembangan inovasi sebagai salah satu langkah strategis untuk membangun lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, berkarakter, dan berbudaya positif.
Inovasi pertama, SALSA (Sadar Aksi Lihat Sampah Ambil), merupakan gerakan pembiasaan yang mengajak seluruh warga sekolah untuk memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Melalui SALSA, peserta didik didorong untuk tidak sekadar melihat sampah, tetapi juga mengambil tindakan nyata dengan memungut dan menempatkannya pada tempat yang sesuai.
Gerakan ini menanamkan pesan sederhana namun bermakna: menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, SALSA diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara itu, inovasi kedua, TEMANTA (Terima Kasih, Maaf, Tolong, Tabe), berfokus pada penguatan karakter dan pembiasaan berbahasa santun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Empat ungkapan tersebut mengandung nilai-nilai penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, yaitu menghargai bantuan orang lain, berani mengakui kesalahan, meminta bantuan dengan sopan, serta menghormati sesama.
Kata tabe, yang dikenal luas dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan sebagai ungkapan kesopanan dan penghormatan, menjadi salah satu unsur penting dalam inovasi TEMANTA. Melalui pembiasaan tersebut, sekolah berupaya menumbuhkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga santun dalam bertutur kata dan berperilaku.
Koordinator Pelaksana Inovasi, Sitti Rabiah Nur, S.Kom., M.Pd., berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan kedua inovasi tersebut. SALSA dan TEMANTA diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten, melibatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.
Kehadiran dua inovasi dengan fokus yang berbeda ini menunjukkan bahwa perubahan di lingkungan sekolah dapat dimulai dari tindakan sederhana. SALSA mengajak warga sekolah untuk bertindak nyata menjaga kebersihan, sedangkan TEMANTA membangun kebiasaan berkomunikasi secara santun dan menghargai sesama.
Melalui keikutsertaan dalam Inovasi Makassar Award 2026, SMPN 26 Makassar diharapkan dapat memperkenalkan praktik baik yang telah dikembangkan di sekolah sekaligus memperkuat semangat berinovasi dalam dunia pendidikan.
Lebih dari sekadar mengikuti ajang penghargaan, SALSA dan TEMANTA membawa pesan bahwa sekolah merupakan tempat untuk menumbuhkan kepedulian, membangun karakter, dan membiasakan perilaku positif. Dengan kolaborasi seluruh warga sekolah, kedua inovasi ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, santun, dan berkarakter.
SMPN 26 Makassar: Bergerak melalui inovasi, bertumbuh melalui kepedulian, dan membangun masa depan melalui karakter.