SENNTV.ID, MAKASSAR — Kepedulian terhadap almamater ditunjukkan Anggota DPRD Kota Makassar Adi Akbar, S.Pd., M.M., yang merupakan alumni UPTD SPF SMPN 26 Makassar. Pada Kamis, 3 September 2026, Adi Akbar kembali mengunjungi sekolah tempatnya menimba ilmu untuk melihat langsung kondisi serta berbagai kebutuhan fasilitas sekolah.
Didampingi Kepala Sekolah Nurdi,S.Pd.,SH.,M.Pd.dan Ketua Komite Sekolah H. Fatahullah, Adi Akbar meninjau sejumlah titik yang membutuhkan perhatian dan rehabilitasi, di antaranya ruang guru, ruang kelas, toilet, serta area parkir sekolah.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Sebagai alumni, Adi Akbar memiliki ikatan emosional dengan sekolah tersebut. Ia datang untuk melihat secara langsung kondisi almamater sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang masih dihadapi warga sekolah. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah banjir yang terus terjadi setiap musim hujan.
UPTD SPF SMPN 26 Makassar yang berdiri sejak 1991 hingga kini masih menghadapi persoalan genangan air. Dari tahun ke tahun, warga sekolah merasakan volume air yang semakin meningkat, saat hujan deras, genangan bahkan dapat mencapai betis orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas dan proses pembelajaran.
Persoalan tersebut ternyata bukan sesuatu yang asing bagi Adi Akbar. Ia bahkan merasakan sendiri kondisi banjir ketika masih menjadi murid di sekolah tersebut.
Dalam kunjungannya, Adi Akbar menceritakan pengalaman masa sekolahnya. Ketika hujan deras turun dan kondisi lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar, murid pernah diliburkan. Bahkan, untuk berangkat dan pulang sekolah, ia harus menghadapi genangan air dengan menenteng sepatu dan membawa sandal agar tetap dapat melewati jalan yang tergenang. Pengalaman tersebut membuat persoalan banjir di almamaternya memiliki makna tersendiri bagi Adi Akbar. Puluhan tahun berlalu, persoalan banjir ternyata masih menjadi tantangan bagi generasi yang belajar di UPTD SPF SMPN 26 Makassar saat ini.
Ketika banjir tidak memungkinkan pembelajaran berlangsung secara normal, murid terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi sekolah dalam memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Melihat kondisi tersebut secara langsung, Adi Akbar menyampaikan komitmennya untuk mendorong rehabilitasi sejumlah fasilitas UPTD SPF SMPN 26 Makassar dalam waktu dekat.
Sebagai alumni, ia berharap sekolah yang dahulu menjadi tempatnya menimba ilmu dapat memiliki fasilitas yang lebih baik sehingga murid dan guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Kepala UPTD SPF SMPN 26 Makassar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Adi Akbar menjadi angin segar bagi sekolah yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam pembenahan sarana prasarana.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Bapak Adi Akbar sebagai alumni UPTD SPF SMPN 26 Makassar. Beliau datang melihat langsung kondisi sekolah dan kebutuhan kami. Ini menjadi harapan baru bagi warga sekolah,” ujar Kepala Sekolah.
Ia berharap komitmen tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi awal dari perbaikan fasilitas sekolah secara bertahap. “Harapan kami bukan hanya perbaikan ruang guru, ruang kelas, toilet dan fasilitas lainnya, tetapi juga adanya solusi terhadap persoalan banjir. Setiap musim hujan, anak-anak kami kembali menghadapi kondisi yang sama. Kami ingin mereka belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, nyaman dan layak,” lanjutnya.
Pihak sekolah menyadari bahwa pembenahan fasilitas dan penyelesaian persoalan banjir membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, kunjungan Adi Akbar diharapkan menjadi momentum untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.Dukungan dapat diupayakan melalui program CSR perusahaan, anggaran perubahan pemerintah, anggaran pokok tahun 2027, dukungan rekan-rekan sejawat, para alumni, orang tua murid, komite sekolah, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. Warga sekolah berharap perhatian yang telah dimulai oleh Adi Akbar dapat menjadi pemantik bagi hadirnya dukungan lebih luas. Perbaikan fasilitas bukan semata-mata tentang bangunan, tetapi tentang menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan nyaman bagi murid.
Bagi keluarga besar UPTD SPF SMPN 26 Makassar, kepedulian seorang alumni menjadi pesan bahwa hubungan dengan almamater tidak berakhir ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah.
Kini, Adi Akbar kembali bukan sebagai murid, tetapi sebagai alumni yang ingin melihat almamaternya tumbuh dan berbenah. Dulu ia menenteng sepatu dan membawa sandal ketika banjir. Hari ini, ia kembali untuk melihat bagaimana agar generasi berikutnya tidak lagi mengalami hal yang sama.
Dari almamater lahir kenangan. Dari alumni hadir kepedulian. Dari kepedulian bersama, diharapkan lahir perubahan nyata bagi UPTD SPF SMPN 26 Makassar.