SENNTV.ID, Makassar – Menjadi pembicara kunci di pelantikan pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Sulawesi Selatan, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Meity Rahmatia mengulas peran pemuda Islam sebagai kunci kepemimpinan di masa depan.
Anggota Komisi XIII di DPR RI itu mengatakan, pemuda Islam yang tergabung dalam organisasi gerakan kemahasiswaan seperti KAMMI memiliki keunggulan pada tiga aspek sekaligus, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurutnya, selain memiliki keunggulan wawasan atau pengetahuan yang luas, pemuda Islam juga memiliki visi akademis, pengabdian sosial, kerja-kerja lapangan dan dakwah yang sistematis, serta memiliki visi kepemimpinan yang kuat.
“Saya sangat tertarik dengan ayat yang dibacakan oleh Qori pada pembukaan acara ini. Ayat tentang tujuan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi. Konsep ini mesti dipegang teguh oleh pemuda Islam. Bahwa manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah yang bertugas memimpin peradaban di muka bumi dengan tujuan memakmurkannya,” ungkapnya di hadapan seluruh hadirin acara pelantikan.
KAMMI lanjutnya, adalah salah satu organisasi gerakan mahasiswa Islam yang boleh dibilang masih konsisten dengan ideologinya. “Tidak sedikit organisasi gerakan mahasiswa yang bisa bertahan dalam ideologinya. Sampai saat ini KAMMI adalah organisasi yang memegang teguh prinsip-prinsip dan nilai-nilai ajaran Islam yang bersandar pada Al Quran dan Sunnah Rasulululah. Memadukan antara kemajuan atau modernitas dengan ajaran Islam yang kita kenal dengan konsep muslim negarawan,”jelasnya.
Dan konsep ini, lanjutnya, tercermin dalam kepribadian anggotanya. Karakteristik ini, kata Meity, yang tidak banyak dimiliki oleh sebagian generasi sekarang yang terjebak pada ruang privat dan ruang digital. “Ruang yang cenderung berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pribadi. Mereka asik dengan dunianya sendiri dan menghabiskan waktu selama berjam-jam di ruang digital,” jelasnya.
Ia melanjutkan ulasannya bahwa realita ini baginya, sangat berbanding terbalik dengan aktivitas mahasiswa di organisasi gerakan Islam yang selalu berorientasi pada agenda-agenda kemajuan secara kolektif dan kemaslahatan bersama. “Ciri pemuda gerakan setiap waktunya selalu diarahkan pada kemanfaatan. Sejalan dengan ajaran agama, bila selesai mengerjakan satu hal, maka beralih mengerjakan lagi hal yang bermanfaat lainnya. Disibukkan dengan aktivitas tersebut,” tambahnya.
Menutup bahasannya di forum pelantikan tersebut, politisi yang saat ini menyandang gelar doktor di bidang ekonomi itu, mengajak seluruh peserta dan pengurus KAMMI Wilayah Sulsel konsisten pada jalan aktivisme yang dipilih saat ini. “Tetap konsisten dan optimis pada perjuangan yang telah dipilih ini. Sebarluaskan kebaikan. Ajak dan bina anak muda serta mahasiswa lebih luas untuk berperan aktif dalam organisasi ini,” pungkasnya.
Pelantikan Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan berlangsung di Balai Kota Makassar, Ahad, 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Estafet Kepemimpinan, Menguatkan Sinergi Gerakan, Mengakselerasi Kontribusi KAMMI untuk Sulawesi Selatan.” Selain Meity Rahmatiah, momentum pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai unsur, di antaranya Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulawesi Selatan Andi Munawir yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, serta perwakilan KNPI Sulawesi Selatan Sofyan Tamrin.
Hadir pula Andi Irwan Bangsawan, selaku Asisten I Pemerintah Kota Makassar yang mewakili Wali Kota Makassar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fatur Rahim, Anggota DPRD Kota Makassar Ustaz Aswar Rasmin, serta Haikal Sulaiman, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir akademisi Ustaz Basri Mahmud, S.KM., Ph.D., para duta Sulawesi Selatan, senior dan alumni KAMMI, serta jajaran kader dan pengurus KAMMI dari berbagai daerah dan komisariat di Sulawesi Selatan.