SENNTV.ID, Makassar – Baru beberapa hari resmi mengemban amanah sebagai Kepala UPT SPF SMPN 26 Makassar, H. Nurdin, S.Pd., SH., M.Pd., langsung menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata. Salah satu langkah awal yang menjadi fokus utama adalah pembenahan sarana dan prasarana sekolah sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, bersih, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Sejak mulai bertugas, H. Nurdin melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas sekolah. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah sarana yang memerlukan penataan dan pembenahan agar dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam membangun semangat belajar peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Menurut H. Nurdin, perubahan yang besar selalu diawali dari langkah-langkah sederhana namun dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, pembenahan sarana dan prasarana dipilih sebagai program prioritas pada masa awal kepemimpinannya.
Langkah pembenahan dimulai dari penataan ruang kerja kepala sekolah dan ruang administrasi agar lebih tertib, rapi, serta mendukung pelayanan yang efektif. Tidak hanya itu, ruang-ruang kelas juga menjadi perhatian dengan melakukan penataan kembali agar tercipta suasana belajar yang nyaman bagi siswa maupun guru.
Di area luar kelas, pembenahan difokuskan pada penataan halaman sekolah, taman, kebersihan lingkungan, drainase, toilet, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Lingkungan sekolah dibersihkan secara bertahap melalui kegiatan gotong royong bersama seluruh warga sekolah. Area-area yang sebelumnya kurang tertata mulai dibenahi agar memberikan kesan yang lebih asri, sehat, dan ramah bagi peserta didik.
Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah mengoptimalkan pembiayaan yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku, disertai penyusunan skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan. Selain itu, sekolah juga membuka ruang kolaborasi dengan komite sekolah, orang tua, alumni, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Seluruh dukungan yang diterima akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Selain pembenahan fisik, kepala sekolah juga menaruh perhatian pada pembentukan budaya kerja yang disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab. Menurutnya, sekolah yang baik tidak hanya diukur dari bangunan yang megah, tetapi juga dari budaya positif yang tumbuh di dalamnya.
“Kita ingin membangun sekolah yang nyaman dimulai dari lingkungan yang bersih, tertata, dan budaya kerja yang baik. Perubahan tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Ketika seluruh warga sekolah memiliki kepedulian dan semangat untuk bergerak bersama, maka perubahan akan hadir dengan sendirinya. Sekolah yang maju lahir dari kebersamaan seluruh warganya. Setiap dukungan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi besar bagi masa depan pendidikan anak-anak kita,” ujar H. Nurdin.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari para guru dan tenaga kependidikan. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung setiap program yang telah direncanakan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Semangat kebersamaan juga terlihat melalui keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam berbagai kegiatan pembenahan yang dilakukan secara bertahap.
Kepala sekolah juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh pihak. Oleh karena itu, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, serta orang tua diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan membangun budaya saling peduli terhadap lingkungan sekolah.
Selain pembenahan fasilitas belajar, H. Nurdin juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Sebagai salah satu program prioritas, pihak sekolah mulai melakukan penataan sistem drainase, membersihkan saluran air yang tersumbat, menormalisasi aliran pembuangan, serta menata area lingkungan yang berpotensi menjadi titik genangan. Langkah ini merupakan upaya awal untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini memengaruhi aktivitas belajar mengajar.
Menurut H. Nurdin, penanganan persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara instan, melainkan memerlukan perencanaan yang matang dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, selain melakukan pembenahan yang menjadi kewenangan sekolah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, pemerintah setempat, dan instansi teknis terkait untuk mencari solusi yang lebih komprehensif terhadap lingkungan sekolah.
“Kami menyadari bahwa persoalan banjir dan genangan air menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, kami memulai dari langkah-langkah yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah, seperti pembenahan drainase dan penataan area yang rawan tergenang. Harapannya, upaya ini dapat meminimalkan dampak banjir sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik, sekaligus menjadi dasar bagi penanganan yang lebih menyeluruh melalui sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar H. Nurdin.
Pembenahan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, semangat mengajar guru, serta menciptakan suasana sekolah yang lebih menyenangkan.
Program ini juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi UPT SPF SMPN 26 Makassar sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan lingkungan yang semakin tertata, sekolah diharapkan mampu menjadi tempat belajar yang tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.
Sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai langkah nyata telah mulai direalisasikan, salah satunya melalui penambahan 40 unit kursi siswa baru yang telah disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran. Pengadaan tersebut menjadi bukti bahwa pembenahan sarana dan prasarana bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan dalam aksi konkret demi menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di UPT SPF SMPN 26 Makassar.
Nurdin menegaskan bahwa seluruh proses pembenahan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan, kemampuan anggaran, serta dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap semangat perubahan yang telah dimulai dapat terus dijaga sehingga menjadi budaya positif yang berkelanjutan.
“Untuk mendukung program pembenahan sarana dan prasarana, UPT SPF SMPN 26 Makassar mengoptimalkan pemanfaatan Dana BOS sesuai petunjuk teknis yang berlaku, CSR Perusahaan, serta menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Komite Sekolah, orang tua, dan berbagai mitra melalui dukungan yang sah dan tidak mengikat. Seluruh penggunaan anggaran dilaksanakan berdasarkan skala prioritas, mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi agar setiap program memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan mutu layanan pendidikan
“Keberhasilan sekolah bukan hanya diukur dari apa yang dibangun hari ini, tetapi dari bagaimana seluruh warga sekolah mampu menjaga dan merawatnya untuk masa depan. Mari kita jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang bersih, nyaman, dan membanggakan bagi semua,” tutupnya.
Melalui gerak cepat dan komitmen tersebut, UPT SPF SMPN 26 Makassar optimistis dapat menghadirkan wajah baru sekolah yang lebih tertata, nyaman, dan inspiratif. Diharapkan, pembenahan sarana dan prasarana yang terus dilakukan akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan semangat belajar siswa, kualitas pelayanan pendidikan, serta prestasi sekolah di berbagai bidang.