Oleh: Dr. Sennahati, S.I.Kom., M.I.Kom. Rektor Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa
Tanggal 1 Juni bukan sekadar momentum historis yang menandai lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk terus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, Hari Lahir Pancasila tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ideologi bangsa agar tetap relevan dalam menjawab dinamika zaman.
Pancasila bukan hanya kumpulan nilai normatif yang tertulis dalam konstitusi. Lebih dari itu, Pancasila adalah panduan moral, arah pembangunan, sekaligus perekat keberagaman bangsa Indonesia. Ketika dunia menghadapi polarisasi sosial, krisis kemanusiaan, konflik identitas, hingga disrupsi teknologi yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat melalui Pancasila.
Dalam konteks pembangunan nasional, nilai-nilai Pancasila menjadi landasan penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pembangunan ekonomi yang maju harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial. Kemajuan teknologi harus dibingkai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. Demokrasi harus tetap menjunjung tinggi hikmat kebijaksanaan serta semangat persatuan nasional. Dengan demikian, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan visi masa depan bangsa.
Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kebangsaan. Generasi muda harus dibekali kemampuan berpikir kritis, kompetensi global, sekaligus memiliki akar nilai kebangsaan yang kuat. Pendidikan yang berorientasi pada karakter Pancasila menjadi kebutuhan mendesak di era digital yang sarat dengan arus informasi tanpa batas.
Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk disintegrasi sosial yang masih muncul di ruang digital menunjukkan bahwa penguatan literasi Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran simbolik. Nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial harus hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, pemerintahan, dunia kerja, maupun masyarakat luas.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan tradisi. Pancasila telah terbukti menjadi titik temu yang mempersatukan seluruh elemen bangsa selama lebih dari tujuh dekade. Oleh karena itu, menjaga Pancasila berarti menjaga keutuhan Indonesia. Menguatkan Pancasila berarti memperkokoh masa depan bangsa.
Hari Lahir Pancasila tahun 2026 hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga keteguhan moral dan kebangsaan. Indonesia membutuhkan generasi yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, dan kokoh dalam komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Di momentum bersejarah ini, mari kita menjadikan Pancasila sebagai energi pemersatu, inspirasi pembangunan, dan pedoman dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan semangat Pancasila, Indonesia akan mampu melangkah maju sebagai bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan bermartabat di tengah pergaulan dunia.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya.