Oleh Dr. Sennahati, S.I.Kom., M.I.Kom Rektor Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Ia adalah momentum spiritual untuk melakukan muhasabah, menata kembali arah kehidupan, dan memperkuat komitmen hijrah menuju pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa yang lebih baik. Dalam tradisi Islam, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan nilai: dari lalai menuju sadar, dari lemah menuju tangguh, dari biasa-biasa saja menuju kualitas yang lebih bermakna.
Bagi kita di Sulawesi Selatan, khususnya di Gowa, peringatan 1 Muharram memiliki makna yang semakin dalam ketika dihubungkan dengan warisan perjuangan dan keteladanan Syekh Yusuf Al Makassari. Sosok ulama besar ini bukan hanya dikenal sebagai penyebar Islam, tetapi juga sebagai pejuang moral dan intelektual yang mengajarkan bahwa kekuatan umat terletak pada ilmu, akhlak, dan keteguhan prinsip. Dalam perjalanan hidupnya, Syekh Yusuf menunjukkan bahwa hijrah adalah jalan panjang menuju kemuliaan, yang ditempuh dengan kesabaran, keteguhan, dan pengabdian tanpa pamrih.
Semangat Syekh Yusuf relevan untuk kita hayati hari ini. Di tengah perubahan sosial yang sangat cepat, tantangan generasi muda tidak lagi sederhana. Arus informasi yang tak terbendung, disrupsi teknologi, menurunnya keteladanan moral, dan melemahnya budaya literasi menjadi tantangan nyata yang memerlukan jawaban cerdas, terukur, dan berkarakter. Karena itu, 1 Muharram harus menjadi titik tolak untuk membangun kesadaran baru bahwa kemajuan tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi harus ditopang oleh kedalaman spiritual dan keluhuran akhlak.
Syekh Yusuf Al Makassari memberi teladan bahwa ilmu harus melahirkan keberanian moral. Ia tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi menjadikan ilmunya sebagai cahaya untuk membela kebenaran, memuliakan manusia, dan menguatkan peradaban. Inilah spirit yang sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda saat ini. Hijrah hari ini berarti hijrah dari budaya instan menuju budaya kerja keras, hijrah dari sikap apatis menuju kepedulian sosial, dan hijrah dari perpecahan menuju persaudaraan serta persatuan.
Bagi dunia pendidikan tinggi, momen 1 Muharram juga harus menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, melainkan pusat pembentukan karakter dan peradaban. Universitas memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dalam konteks itulah, Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa berkomitmen untuk terus meneladani nilai perjuangan Syekh Yusuf melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan pembinaan karakter mahasiswa yang unggul dan berakhlak.
Momentum tahun baru Islam ini juga menjadi saat yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan. Umat Islam dan seluruh elemen bangsa perlu menjadikan hijrah sebagai energi perubahan sosial yang positif. Kita membutuhkan kepemimpinan yang meneduhkan, pendidikan yang membebaskan, ekonomi yang memberdayakan, serta kehidupan sosial yang penuh solidaritas. Semua itu hanya bisa terwujud jika kita menjadikan nilai hijrah sebagai gerakan bersama, bukan sekadar seremonial tahunan.
Syekh Yusuf mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan hidup yang mulia selalu menuntut pengorbanan. Beliau menjadi simbol ulama yang konsisten memperjuangkan kebenaran lintas zaman dan lintas tempat. Dari keteladanan beliau, kita belajar bahwa martabat manusia dibangun bukan oleh kekuasaan, melainkan oleh keteguhan iman, keluhuran budi, dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Karena itu, 1 Muharram 1448 H sepatutnya kita sambut dengan tekad baru: menata hati, menguatkan komitmen, dan bergerak bersama dalam semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah.
Mari jadikan 1 Muharram sebagai cahaya untuk menapaki tahun yang baru dengan harapan yang lebih besar. Semoga semangat hijrah ala Syekh Yusuf Al Makassari menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menebarkan ilmu, menjaga akhlak, memperkuat persatuan, dan membangun peradaban yang bermartabat. Dari Gowa untuk Indonesia, dari sejarah untuk masa depan, hijrah adalah jalan perubahan menuju kebaikan yang lebih hakiki.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Saatnya berhijrah menuju Indonesia yang lebih beradab, unggul, dan bermartabat.