News Update

Kepahlawanan di Era Visual : Tanggung Jawab Moral Insan Desain Komunikasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

OPINI

Dr. Sennahati, S.I.Kom., M.I.Kom

Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Syekh Yusuf Al Makassari, Gowa
   

Setiap tahun, tanggal 10 November mengingatkan kita pada keberanian dan pengorbanan para pahlawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa. Namun, makna kepahlawanan tidak berhenti pada masa lalu. Ia terus berkembang dan menuntut aktualisasi baru di setiap zaman.

Di era digital saat ini, medan perjuangan tidak lagi diisi oleh desingan peluru, melainkan oleh arus informasi, citra, dan pesan visual yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat. Perang nilai dan persepsi menjadi arena baru yang menentukan arah bangsa. Dalam konteks inilah, insan Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki peran strategis dalam membangun, menjaga, dan mengarahkan citra serta identitas bangsa melalui karya visual yang bermakna.

Visual kini menjadi bahasa utama peradaban modern. Ia membentuk cara berpikir, memengaruhi emosi, dan menggerakkan tindakan publik. Karena itu, seorang desainer komunikasi visual tidak hanya dituntut untuk kreatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Karya desain bukan sekadar estetika atau gaya, tetapi harus membawa pesan nilai, kejujuran, kearifan lokal, empati sosial, dan semangat kebangsaan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Syekh Yusuf Al Makassari, Gowa, berkomitmen menanamkan nilai tersebut kepada mahasiswa. Kami meyakini bahwa kreativitas sejati lahir dari kesadaran etis dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa DKV bukan hanya diajarkan bagaimana membuat karya yang menarik, tetapi juga bagaimana karya itu berkontribusi bagi masyarakat dan memperkuat karakter bangsa.

Peringatan Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan bukan hanya tentang keberanian mengangkat senjata, tetapi juga tentang keberanian untuk berpikir dan berkarya demi kepentingan publik. Dalam dunia desain, kepahlawanan itu terwujud melalui komitmen untuk melawan banalitas visual, pereduksian nilai budaya, dan komersialisasi yang berlebihan.

Insan desain memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk membentuk kesadaran sosial baru melalui pesan visual yang mencerahkan dan membangun optimisme bangsa. Poster kampanye sosial, karya sinematografi, identitas visual budaya lokal, hingga konten digital edukatif  semuanya dapat menjadi media perjuangan untuk memupuk nasionalisme dan empati sosial.

Sebagaimana para pahlawan terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan air mata, generasi hari ini berjuang dengan ide, kreativitas, dan integritas. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap karya visual yang lahir dari tangan desainer muda Indonesia menjadi alat pemersatu, bukan pemecah; menjadi sarana pendidikan, bukan manipulasi; menjadi medium penguatan karakter, bukan sekadar konsumsi visual.

Di era ketika citra seringkali lebih kuat dari realitas, kejujuran visual adalah bentuk kepahlawanan baru. Ia menuntut keberanian untuk tetap berpihak pada kebenaran, nilai kemanusiaan, dan semangat kebangsaan di tengah kompetisi global yang sering mengabaikan makna demi sensasi.

Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika, terutama bagi para pendidik dan mahasiswa di bidang desain. Bahwa setiap garis, warna, dan simbol yang kita ciptakan memiliki kekuatan untuk membentuk peradaban. Dan melalui kekuatan itu, kita bisa meneruskan semangat para pahlawan bukan dengan senjata, melainkan dengan karya yang berjiwa bangsa.

Selamat Hari Pahlawan.

Semoga semangat perjuangan para pendahulu tetap hidup dalam kreativitas dan integritas generasi penerus bangsa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Update Terkait

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami