News Update

Kepala Sekolah Beri Kultum, Warga SMPN 26 Makassar Awali Aktivitas dengan Salat Dhuha

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SENNTV.ID, MAKASSAR — Jumat pagi di UPTD SPF SMPN 26 Makassar bukan sekadar awal menuju aktivitas pembelajaran. Ada waktu untuk berhenti sejenak, menata hati, menguatkan iman, dan mengingat kembali kewajiban sebagai seorang muslim.

Setiap Jumat, hingga peserta didik—bersama-sama melaksanakan Salat Dhuha. Kegiatan ini menjadi salah satu pembiasaan positif yang terus dibangun untuk menumbuhkan karakter religius dan akhlak mulia di lingkungan sekolah.

Sebelum Salat Dhuha dimulai, kegiatan diawali dengan kultum yang disampaikan langsung oleh Kepala UPTD SPF SMPN 26 ɓMakassar, Nurdin, S.Pd., S.H., M.Pd.

Dalam kultumnya, Nurdin mengingatkan seluruh peserta didik tentang kewajiban melaksanakan salat lima waktu. Ia menekankan bahwa salat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik.

“Salat lima waktu jangan hanya dilakukan karena diperintah. Jadikan salat sebagai kebutuhan dan bagian dari kehidupan kita,” pesan Kepala Sekolah dalam kultumnya.

Tidak hanya tentang salat, Nurdin juga mengingatkan peserta didik mengenai pentingnya menutup aurat dan menjaga kesopanan dalam berpakaian. Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya yang menjunjung tinggi nilai agama, etika, dan penghormatan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Dari sinilah pendidikan karakter dimulai: bukan hanya dari apa yang diajarkan di dalam kelas, tetapi juga dari apa yang dibiasakan setiap hari. Usai kultum, seluruh warga sekolah kemudian melaksanakan Salat Dhuha bersama dengan khusyuk, dilanjutkan dengan tartil Qur’an Kebersamaan tersebut menghadirkan suasana yang teduh dan penuh makna. Guru dan siswa berdiri dalam barisan yang sama, bersama-sama menundukkan hati dan memohon keberkahan dalam menjalani aktivitas.

Bagi SMPN 26 Makassar, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas Jumat pagi. Salat Dhuha menjadi ruang pembiasaan untuk membangun kedisiplinan spiritual, memperkuat karakter, sekaligus menanamkan nilai-nilai religius kepada peserta didik.

Kepala Sekolah Nurdin berharap kebiasaan baik ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif yang melekat dalam kehidupan warga sekolah. Sebab, pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa tinggi ilmu yang diperoleh, tetapi juga tentang seberapa baik karakter yang tumbuh dalam diri setiap peserta didik.(Rabiah)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Update Terkait

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami