Makassar, SeNNTV.id – Bertepatan dengan momentum spiritual Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1446 H, Yayasan Edukasi Zakat Indonesia (YEZI) secara resmi meluncurkan Sekolah Kepemimpinan Zakat, lembaga pendidikan dan pelatihan pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan kapasitas amil zakat. Acara peluncuran berlangsung khidmat di Café Dembo, Jalan Anggrek Raya, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Kamis (5/6/2025).
Ketua Pengurus YEZI, Prof. Dr. H. Hamzah Hasan Khaeriyah, M.Ag., menekankan pentingnya zakat sebagai salah satu pilar utama dalam Islam yang memiliki potensi besar sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi nasional.
“Potensi zakat nasional pada 2024 diperkirakan mencapai Rp 327 Triliun. Namun, realisasi penghimpunan baru sekitar 11% atau Rp 41 Triliun. Di Sulawesi Selatan, potensi mencapai Rp 7,8 Triliun, tetapi hanya sekitar Rp 200 Miliar atau 2,5% yang berhasil dihimpun,” ujarnya.
Menurut Prof. Hamzah, kesenjangan signifikan antara potensi dan realisasi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sistem pengelolaan zakat.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Muh. Asdar, SE., M.Si., C.W.M., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Pembina YEZI, menyampaikan bahwa pendirian Sekolah Kepemimpinan Zakat didorong oleh niat luhur untuk memajukan ekonomi Islam di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Sekolah ini hadir memohon ridho Allah SWT, dengan semangat membangun sistem zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak,” ucapnya.
Sekolah Kepemimpinan Zakat dipimpin oleh Dr. Agus Salim Rahman, SE., M.Si. sebagai kepala sekolah periode 2025–2027. Lembaga ini diperkuat oleh para pakar dan akademisi di bidang ekonomi dan zakat, antara lain Ihwana As’ad, S.Ag., MS., Ph.D; Dr. Sennahati, S.I.Kom., M.I.Kom; Dr. Muh. Ridwansyah, M.EI; Dr. A. M. Nur Bau Massepe, SE., MM., CRBC; dan Takbir Baso, S.Th., M.Th.I.
Beberapa program unggulan yang ditawarkan Sekolah Kepemimpinan Zakat meliputi: Pendidikan dan Pelatihan Amil Zakat: Peningkatan kapasitas teknis dan manajerial. Penelitian dan Pengembangan: Inovasi dan solusi dalam pengelolaan zakat. Pendampingan dan Konsultasi: Pembinaan untuk UPZ, BAZ, dan LAZ serta penyediaan SDM zakat. Perancangan Sistem Informasi Zakat: Mendukung efisiensi dan transparansi.
Dengan diluncurkannya sekolah ini, YEZI dapat mencetak pemimpin-pemimpin zakat yang tidak hanya cakap secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen sosial yang tinggi dalam membawa zakat sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan umat.
“Semoga momentum Hari Arafah ini menjadi titik awal kebangkitan tata kelola zakat di Indonesia,” tutup Prof. Hamzah dengan penuh harap.