SENNTV.ID, Soppeng – Tim Dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Yasrib, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Kamis (23/7/2026).
Program pengabdian ini mengusung tema “Penguatan Literasi Digital dan Jiwa Santripreneur bagi Santri Pondok Pesantren Yasrib Kabupaten Soppeng” sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pesantren menghadapi tantangan era digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi digital para santri sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana berkarya dan menciptakan peluang ekonomi,” kata Ketua tim PKM, Dr. Fitriany, S.E., M.M., CPCSME
Tim PKM ITB Nobel Indonesia terdiri atas Dr. Fitriany, S.E., M.M., CPCSME, Dr. Reynilda, S.E., M.Si., Dr. Nurhaeda Z., S.E., M.M., CPCSME, Dr. Asri, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Rijal, S.Kom., M.Kom. Melalui kegiatan ini, para dosen memberikan edukasi dan pendampingan kepada para santri mengenai pentingnya literasi digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai pesantren atau santripreneur.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak, peningkatan kemampuan menyaring informasi, etika bermedia digital, serta optimalisasi media digital sebagai sarana belajar, promosi, branding. Selain itu, para santri juga dibekali wawasan mengenai kewirausahaan, mulai dari membangun pola pikir entrepreneur, mengenali peluang usaha, hingga memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan produk dan jasa.
Pihak Pondok Pesantren Yasrib Kabupaten Soppeng menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM ini. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan santri agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi serta mampu mengembangkan potensi ekonomi yang produktif melalui konsep santripreneur.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, sesi tanya jawab, dan berbagi pengalaman mengenai praktik baik pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan maupun kewirausahaan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, ITB Nobel Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya mencetak generasi santri yang unggul, adaptif terhadap transformasi digital, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.