SEENTV.ID, MAKASSAR — Upaya pemerataan distribusi zakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) mulai digarap dengan pendekatan teknologi.
Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMJTI) menggandeng tim peneliti Intellink.py menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan mustahik di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.
Program bertajuk AI-Based Intelligent System for Mapping Mustahik and Optimizing Zakat Distribution in 3T Areas ini menitikberatkan pada pendataan masyarakat pulau secara akurat dan berkelanjutan.
Ketua HMJTI, Rahul Muhammad Akhyar, mengatakan kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial melalui teknologi. “Kami melihat adanya kesenjangan informasi dalam pendataan mustahik di wilayah 3T, terutama di pulau-pulau terpencil. Melalui teknologi AI, kami ingin menghadirkan solusi yang efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026)
Sistem yang dikembangkan memanfaatkan teknologi machine learning dan analisis data spasial untuk mengidentifikasi penerima zakat secara lebih presisi.
Dengan pendekatan tersebut, lembaga pengelola zakat diharapkan mampu menentukan prioritas distribusi secara tepat sasaran, khususnya di wilayah yang selama ini sulit dijangkau metode konvensional.
Dalam kolaborasi ini, HMJTI bertanggung jawab pada pelaksanaan teknis di lapangan, mulai dari pengumpulan data hingga validasi informasi.
Sementara itu, tim Intellink.py fokus pada pengembangan model AI, pengolahan data, serta penyusunan sistem rekomendasi berbasis teknologi cerdas.
Perwakilan tim peneliti Intellink.py, Ahmad Anshari, menegaskan sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemetaan, tetapi juga sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data.
“Kami mengintegrasikan berbagai variabel seperti kondisi ekonomi, akses geografis, dan kepadatan penduduk untuk menghasilkan rekomendasi distribusi zakat yang optimal,” jelasnya.
Salah satu lokasi pendataan masyarakat di sejumlah pulau kategori 3T di Kepulauan Sangkarrang.
Tim gabungan melakukan survei lapangan, pengumpulan data primer, serta validasi dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan sistem AI untuk menghasilkan peta distribusi mustahik yang komprehensif.
Ke depan, inovasi ini diharapkan menjadi model nasional dalam pengelolaan zakat berbasis teknologi.
Selain itu, sistem tersebut juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung berbagai program sosial lain yang membutuhkan akurasi data dan efisiensi distribusi.
Kolaborasi HMJTI dan Intellink.py ini menjadi contoh sinergi akademisi dan peneliti dalam menghadirkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah 3T.
Post by Lutfi