SENNTV.ID, Makassar – Respons cepat Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar dalam meringkus pelaku penyerangan brutal terhadap anak di bawah umur mendapat apresiasi.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memuji respons taktis kepolisian yang berhasil mengamankan lima anggota geng motor sesaat setelah kejadian viral di media sosial.
Saya apresiasi langkah yang cepat, gercep Polrestabes Makassar yang langsung mengamankan para pelaku. Ini baru paten,” ujar Sahroni dalam keterangannya Kepada Awak Media Senntv, Rabu (13/5/2026).
Respons cepat dan tegas dikatakan perlu menjadi centoh bagi seluruh jajaran Kepolisian dalam menuntaskan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Seperti ini harus ditiru Polres lain agar pelaku kriminal jalanan kapok dan kejahatan serupa tidak menjamur, Pokoknya jangan biarkan kekerasan jalanan dibiarkan tumbuh di wilayahnya masing-masing,” ucap Sahroni
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta seluruh jajaran kepolisian tindak tegas pelaku begal. Foto: MuliadiMenurut Sahroni, kesigapan personil kepolisian akan berdanpak baik pada rasa ketakutan para pelaku kejahatan. “Saya yakin kalau aparat tegas dan cepat seperti ini, pelaku akan berpikir ribuan kali sebelum berbuat,” tuturnya.
Sahroni menilai, jika pencehahan terus terjadi hingga tidak diindahkan lagi, ia mendukung Polri mekukan tindakan.
“Jadi kalau masih ada yang bandel, ya kita tindak dengan tegas biar jera dan kapok. Saya minta Polrestabes Makassar untuk terus tingkatkan kinerjanya, tangkap seluruh perusuh yang meresahkan hingga Makassar aman, bebas dari kekerasan jalanan,” jelasnya.
Seperti diketahui, peristiwa tragis ini menimpa seorang remaja berinisial H (13) di Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, pada Minggu dini hari (10/5). Saat itu, korban tengah berkumpul bersama rekan-rekannya sebelum tiba-tiba diserang sekelompok geng motor bersenjata tajam.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa korban H terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.
“Korban terkena sabetan parang di bagian punggung dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar,” jelas Arya saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan lima pelaku berinisial FG (19), MY (20), MA (18), AF (19), dan MR (18) di lokasi berbeda, mulai dari Kabupaten Gowa hingga Kecamatan Manggala.
Aksi brutal ini dipicu oleh motif dendam salah satu pelaku yang merasa diancam beberapa jam sebelum kejadian. Mirisnya, para pelaku melancarkan aksinya di bawah pengaruh minuman keras tradisional jenis ballo.
“Mereka minum ballo dulu, bersepakat melakukan penyerangan, lalu mendatangi lokasi dengan membawa parang dan busur. Korban diduga kuat merupakan salah sasaran karena situasi gelap saat aksi balas dendam tersebut terjadi,” tambah Arya.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial. “Kita amankan satu bilah parang, dua anak panah (busur) dan satu ketapel, dua unit sepeda motor, satu buah helm,” ucapnya.
Sahroni menegaskan bahwa ketegasan aparat adalah kunci utama pencegahan. “Kalau aparat tegas, pelaku akan berpikir ribuan kali. Jangan biarkan kekerasan jalanan tumbuh. Tangkap seluruh perusuh sampai Makassar benar-benar aman,” tegas politisi NasDem tersebut.
Saat ini, Polrestabes Makassar masih memburu dua pelaku lain yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Para tersangka yang telah tertangkap dijerat dengan Pasal 80 jo Pasal 76 C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 262 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Post by Muliadi Salam Musa