News Update

Hari Lahan Basah Sedunia: Indonesia Tegaskan Komitmen Jaga “Paru-Paru” Bumi Demi Pangan dan Air

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SENNTV.ID, JAKARTA, 2 Februari 2026 – Indonesia hari ini turut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, sebuah momen penting yang mengingatkan kita akan krusialnya ekosistem lahan basah bagi kehidupan di Bumi. Berbagai aksi nyata pelestarian dan edukasi serentak digelar di berbagai penjuru nusantara, menegaskan komitmen Indonesia sebagai pemilik lahan basah terluas ketiga di dunia untuk menjaga “paru-paru” alami ini.

Peringatan tahun ini mengusung tema global “Lahan Basah dan Kesejahteraan Manusia”, dengan fokus di Indonesia pada restorasi dan konservasi. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

  • Penanaman Mangrove Serentak: Di beberapa wilayah pesisir, ribuan bibit mangrove ditanam untuk memperkuat ekosistem hutan bakau yang menjadi benteng alami dari abrasi dan penyedia habitat biota laut.
  • Edukasi Masyarakat: Kampanye kesadaran lingkungan digelar di sekolah-sekolah dan komunitas lokal untuk mengedukasi pentingnya lahan basah sebagai penyimpan air, sumber pangan, dan penjaga keanekaragaman hayati.
  • Restorasi Gambut: Proyek-proyek restorasi lahan gambut yang terdegradasi terus digencarkan, terutama di Sumatera dan Kalimantan, untuk mencegah kebakaran hutan dan mengurangi emisi karbon.
  • Monitoring Keanekaragaman Hayati: Pemantauan terhadap spesies-spesies endemik yang hidup di lahan basah, seperti burung migran dan primata, juga menjadi bagian dari upaya konservasi.

​Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Ir. Hartono, M.Sc., dalam sambutannya menekankan peran vital lahan basah. “Lahan basah bukan sekadar genangan air. Ia adalah jantung ekosistem yang mengatur tata air, menyediakan air bersih, menopang ketahanan pangan melalui perikanan dan pertanian, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Menjaganya berarti menjaga masa depan kita,” ujarnya.

Indonesia memiliki sekitar 26,7 juta hektar lahan gambut dan jutaan hektar ekosistem mangrove yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan adaptasi bencana. Namun, deforestasi, konversi lahan, dan pencemaran menjadi ancaman serius yang harus terus diatasi.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Indonesia tidak hanya menjadi seremonial belaka. Ini adalah refleksi dari upaya kolektif pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta dalam menjalankan mandat Konvensi Ramsar, di mana Indonesia menjadi salah satu pihak penandatangan. Komitmen ini diharapkan dapat terus berlanjut demi keberlanjutan pasokan pangan, air bersih, serta perlindungan dari dampak perubahan iklim bagi generasi mendatang.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
News Update Terkait

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami