SENNTV.ID, Makassar — Seorang pria bernama Djufri (43) meninggal dunia setelah tersengat listrik saat mengecat atap sebuah pondok bertingkat di Pondok Hana, Jalan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/01/2026).
Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, korban berada di atas atap saat kejadian. Diduga, Djufri tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik.
“Korban berada di atas atap, diduga menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik, lalu tersengat listrik dan langsung terkapar di atas atap pondok,” ujar Kompol Muhammad Yusuf.
Korban yang diketahui bekerja sebagai montir sempat mengalami kondisi kritis usai tersetrum. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian dari pemilik pondok atau kecerobohan korban yang tidak memeriksa kondisi area sebelum bekerja.
Rekan korban, Akbar, yang menjadi saksi mata menuturkan, Djufri datang ke lokasi untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Setelah pembagian tugas, korban mengecat bagian atap. Saat sedang bekerja, korban diduga menyentuh kabel listrik yang terbuka hingga tersengat dan terpental di sekitar atap rumah.
Melihat kejadian itu, Akbar segera menghubungi pemilik pondok bernama Hanna, lalu melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Polsek Tamalanrea untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Makassar, Ismail Abdullah, mengungkapkan proses evakuasi sempat mengalami kendala karena posisi korban berada di atap lantai tiga serta kondisi angin yang cukup kencang.
“Posisi korban saat akan dievakuasi terlentang di atap. Terlihat ada kabel yang terbuka, sehingga proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati meski arus listrik sudah dimatikan sepenuhnya,” jelas Ismail.
Ia menambahkan, tim berhasil mengevakuasi korban menggunakan tandu dengan cara diikat untuk menghindari risiko jatuh. Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Daya.
“Alhamdulillah, tim bisa melakukan evakuasi secara maksimal. Saat dievakuasi, kondisi korban sudah kritis. Setelah dibawa ke rumah sakit, kami menerima laporan korban telah meninggal dunia,” katanya.
Ismail juga menyebutkan, sebanyak lima personel Damkarmat diterjunkan dalam proses evakuasi, dibantu tim medis dari puskesmas setempat. Ambulans dari RSUD Daya telah disiagakan sejak awal.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bekerja di ketinggian, khususnya di sekitar instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.